Siapkan Kuota 1.000 Mahasiswa, D-1 Vokasi Gratis Diprioritaskan bagi Masyarakat Ber-KTP Kalteng

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan program vokasi Diploma 1 (D-1) terbuka luas bagi lulusan SMA, SMK, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.
Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kualitas sumber daya manusia agar siap masuk pasar tenaga kerja di sektor unggulan daerah.
Hal itu disampaikan Asisten Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, saat diwawancarai, Sabtu (14/2).
“Iya, semua bisa. Lulusan SMA, SMK atau sederajat, bahkan masyarakat dari daerah terpencil yang mungkin pernah kuliah tapi ingin mengasah keterampilan vokasinya juga bisa ikut. Supaya siap masuk pasar tenaga kerja, baik pertanian, perkebunan, pertambangan, maupun bidang lainnya,” ujarnya.
Menurut Herson, program ini selaras dengan visi Gubernur agar setiap rumah tangga di Kalimantan Tengah ke depan minimal memiliki satu sarjana, termasuk sarjana ahli pratama dari jalur diploma.
Skema ini juga membuka peluang bagi anak-anak yang belum sempat mengenyam pendidikan tinggi namun memiliki keinginan untuk melanjutkan studi.
Terkait pembiayaan, Pemprov menyiapkan mekanisme penjaringan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja.
Perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dijadwalkan mulai membuka program pada 16 Februari mendatang.
“Akan diumumkan mekanismenya. Kita prioritaskan wilayah 3T dan yang ber-KTP serta ber-KK Kalteng. Tahap pertama ini sekitar seribu mahasiswa,” jelasnya.
Ia menegaskan, program D-1 vokasi dirancang berbasis kebutuhan industri.
Pemprov akan menjalin komunikasi dan perjanjian kerja sama dengan perusahaan sektor pertanian, perkebunan, cetak sawah, hingga dunia usaha lainnya agar lulusan dapat langsung terserap.
“Nanti praktiknya juga di lokasi kerja. Bahkan dimungkinkan saat praktik mereka sudah menerima gaji jika memang diperlukan. Perusahaan tidak perlu lagi menyekolahkan, karena kita sudah siapkan tenaga ahlinya,” katanya.
Pemprov juga mempertimbangkan skema pembelajaran fleksibel.
Selain kuliah di kampus utama di Palangka Raya, kelas dapat dibuka di kabupaten seperti Katingan atau wilayah lain dengan memanfaatkan fasilitas sekolah yang ada.
Dosen akan didatangkan ke daerah untuk memudahkan akses dan menekan biaya hidup mahasiswa.
“Gratis ya gratis. Kami masih melihat skemanya, karena kalau ke Palangka Raya kan ada biaya kos dan lain-lain. Jadi dimungkinkan buka kelas di daerah,” ujarnya.
Rekrutmen dimulai tahun ini, sementara perkuliahan mengikuti tahun ajaran baru pada Agustus.
Herson menegaskan, tujuan besar program ini adalah menjadikan putra-putri Kalimantan Tengah mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
FOTO:- Asisten Ahli Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden
(Redaksi/isuindonesia.id)



