
Urgensi RUU Satu Data Indonesia
Rancangan Undang‑Undang (RUU) Satu Data Indonesia menjadi salah satu prioritas utama yang diusulkan Badan Legislasi (Baleg) DPR pada masa sidang 2025‑2026. Anggota Baleg Firman Soebagyo menilai bahwa pengesahan RUU ini mendesak karena akan mengatur integrasi data nasional dan mewajibkan seluruh kementerian/lembaga menggunakan satu data sebagai acuan【726947067336828†L20-L21】. Penerapan data yang terintegrasi diharapkan dapat memperbaiki perencanaan dan evaluasi pembangunan, sekaligus mencegah tumpang tindih program.
Empat RUU Prioritas
Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan menjelaskan bahwa lembaganya menargetkan penyelesaian empat RUU prioritas dalam masa sidang kali ini. Keempat RUU tersebut mencakup penyadapan, pengelolaan air minum dan sanitasi, pekerja lepas, serta RUU Satu Data Indonesia【726947067336828†L23-L27】. Menurut Bob Hasan, percepatan pembahasan empat rancangan undang‑undang tersebut penting agar fondasi regulasi penunjang pembangunan dapat segera diterapkan.
Prolegnas 2026
Selain empat RUU prioritas, Baleg juga menyetujui 67 RUU untuk masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Puluhan rancangan undang‑undang itu disepakati setelah Baleg menggelar rapat penyusunan bersama Kementerian Hukum dan HAM serta DPD【726947067336828†L32-L35】. Dengan jumlah itu, tantangan Baleg adalah mengoptimalkan waktu pembahasan agar target legislatif tercapai sebelum akhir masa sidang.
Dampak bagi Masyarakat
Pengesahan RUU‑RUU prioritas diharapkan memberikan payung hukum yang jelas bagi berbagai sektor. RUU Satu Data Indonesia, misalnya, akan mendukung perumusan kebijakan berbasis data dan meningkatkan transparansi pemerintah. Sementara RUU penyadapan dan RUU pekerja lepas akan memberikan kepastian hukum bagi aparat penegak hukum dan pekerja di sektor informal.
Kesimpulan
Melalui percepatan pembahasan RUU prioritas, DPR RI ingin memastikan bahwa regulasi penting dapat disahkan tepat waktu. Dalam jangka panjang, keberhasilan program legislasi ini akan memperkuat sistem hukum Indonesia dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.