Breaking NewsKalimantan TengahKotawaringin Timur

90 Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan Karhutla di Mentaya Seberang, Kapolres Kotim Ungkap Kendala Selang dan Angin Kencang

SAMPIT – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) bersama Brimob Batalyon B Pelopor Sampit dan pihak kelurahan mengerahkan 90 personel untuk melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Rabu (7/10/2026) sore.

Hal itu disampaikan Kapolres Kotim di lokasi kebakaran saat diwawancarai awak media di tengah kepulan asap tebal.

Kapolres menjelaskan, lokasi Mentaya Seberang menjadi fokus pemadaman karena dari hasil patroli terdeteksi kurang lebih 50 titik hotspot di wilayah tersebut.

“Pada hari ini kita laksanakan pemadaman dan pendinginan di wilayah Kelurahan Mentaya Seberang. Kenapa kita pusatkan di sini karena dari hasil patroli ada kurang lebih 50 titik hotspot,” ujarnya.

Saat ini proses pendinginan masih berlangsung. Personel dibagi menjadi tujuh titik mengarah ke selatan dan utara untuk memaksimalkan pemadaman.

Kapolres mengakui ada sejumlah kendala di lapangan. Angin yang cukup kencang membuat asap semakin tebal dan api cepat menyebar. Selain itu, keterbatasan sarana prasarana, khususnya selang yang tidak mampu menjangkau titik hotspot terjauh, menjadi hambatan.

Selain pemadaman, sejumlah upaya lain juga dilakukan. Petugas bersama warga membuat kanal pembatas untuk mencegah kepala api menyebar ke lahan sebelah. Selain itu, telah dibuat lima titik sumur bor yang saat ini sudah berfungsi dan sangat membantu proses pemadaman.

Tim juga memaksimalkan sumber air yang ada dengan membuat embung di titik-titik yang telah dibagi, dengan bantuan alat berat dari pihak perusahaan.

Untuk akses menuju lokasi, petugas harus berjuang melewati medan yang cukup berat. Dari Polres, tim bergerak melalui jalur darat, kemudian menyeberang sungai dan melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor selama kurang lebih 1 jam 45 menit melewati jalan kecil perkebunan dan hutan yang dirintis warga.

Di akhir wawancara, Kapolres mengimbau masyarakat Mentaya Seberang dan Kotim secara umum untuk peduli lingkungan dan tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

“Mari kita sama-sama jangan membakar lahan. Karena sangat merugikan kita semua, bahkan transportasi udara pun sangat terganggu,” tegasnya

(RDM/Isuindonesia.id)

Related Articles

Back to top button