Breaking News
Trending

GGS Bagikan Masker dan Air Mineral, Peduli Warga di Tengah Kabut Asap Karhutla Sampit

SAMPIT – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan komunitas Gowes Gabut Sampit (GGS). Di tengah kondisi asap yang semakin tebal, komunitas tersebut turun langsung membagikan masker dan air mineral kepada masyarakat.

Kegiatan sosial itu dipusatkan di kawasan Lampu Merah Simpang Empat Wengga dan sejumlah titik di sekitar Jalan Cilik Riwut, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu 30 Agustus 2026.

Aksi tersebut diinisiasi oleh Ketua GGS bersama tim inti dan anggotanya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di tengah buruknya kualitas udara akibat kabut asap.

Masker dibagikan terutama kepada warga dan pengguna jalan yang melintas, sementara air mineral diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi cuaca panas dan kepungan asap.

Ketua Tim GGS, M Teguh Sobirin, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan melihat kondisi Sampit yang belakangan diselimuti asap cukup tebal. Menurutnya, komunitas tidak ingin hanya berdiam diri ketika masyarakat membutuhkan kepedulian.

“Kami melihat kondisi asap di Sampit semakin tebal. Banyak masyarakat yang tetap harus keluar rumah untuk bekerja dan beraktivitas. Karena itu, kami bersama semua anggota tim GGS berinisiatif membagikan masker dan air mineral, mudah-mudahan bisa sedikit membantu,” kata Teguh.

Ia menegaskan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan komunitas, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

“Mungkin yang kami berikan tidak seberapa, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa di tengah kondisi seperti ini masih ada kepedulian. Semoga apa yang kami lakukan bisa menginspirasi komunitas lain maupun masyarakat untuk saling membantu,” ujarnya.

Teguh juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Menurutnya, dampak karhutla bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Asap dapat menyebar luas dan mengganggu aktivitas serta kenyamanan masyarakat.

“Karhutla bukan hanya soal api yang membakar lahan. Ada asap yang kita hirup bersama. Karena itu, mari kita jaga lingkungan, jangan membuka lahan dengan cara membakar dan mari saling peduli dengan warga yang terdampak,” katanya.

Aksi sederhana GGS tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan siapa saja, termasuk komunitas yang sehari-hari dikenal dengan aktivitas bersepeda.

Ia berharap nantinya apabila udara sdh kembali normal mereka akan kembali mengajak seluruh masyarakat Kotim untuk gaya hidup sehat dengan cara bersepeda.

Di tengah kabut asap yang kian pekat, mereka memilih berhenti sejenak dari aktivitas gowes untuk turun ke jalan dan membagikan bantuan kepada sesama.

Bagi GGS, olahraga bukan hanya tentang menjaga kesehatan diri, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun solidaritas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana: ketika asap menyelimuti kota, kepedulian jangan sampai ikut menghilang.

(Jimmy/Isuindonesia)

Redaksi Isu Indonesia

Redaksi Isu Indonesia adalah tim editorial di balik IsuIndonesia.id yang berfokus menghadirkan berita nasional, Kalimantan, politik, ekonomi, hukum, dan isu sosial secara cepat, akurat, dan terpercaya. Berbasis di Kalimantan Tengah, Redaksi Isu Indonesia berkomitmen menyajikan informasi berkualitas dengan pendekatan jurnalistik modern dan independen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button