Breaking NewsKalimantan Tengah

Pemprov Kalteng Perkuat Akses Permodalan dan Pendampingan UMKM

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan sektor koperasi dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Rahmawati, mengatakan momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem usaha lokal, sejalan dengan visi Gubernur Kalteng dalam memajukan perekonomian berbasis pelaku usaha daerah.

“Ini peluang bagus bagi kita, khususnya bagi pelaku usaha di Kalimantan Tengah. Kami berharap dengan hadirnya staf khusus ini akan memberikan informasi baru dan memperkuat upaya memajukan ekonomi melalui pelaku usaha lokal,” ujarnya, Rabu (25/2).

Ia menambahkan, pendampingan terhadap pelaku UMKM diharapkan semakin intensif, termasuk percepatan realisasi pembangunan rumah produksi UMKM tahap awal yang telah diluncurkan sebelumnya.

“Kami berharap percontohan rumah produksi yang sudah di-launching kemarin bisa segera terwujud. Dari satu percontohan itu, nantinya akan tumbuh rumah produksi UMKM di daerah lain,” katanya.

Menurut Rahmawati, keberadaan rumah produksi tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga menjadi ruang tumbuh inovasi, khususnya bagi generasi muda.

“Dengan adanya rumah produksi seperti yang disampaikan staf khusus tadi, semangat ekonomi kita akan semakin maju dan inovasi anak-anak muda akan tumbuh serta berkembang di sana,” tegasnya.

Terkait permodalan, Rahmawati menjelaskan bahwa dukungan pembiayaan kini diperkuat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui Bank Himbara. Pihaknya telah berkoordinasi mengenai realisasi dan distribusi KUR kepada pelaku usaha di Kalteng.

“Harapan Pak Gubernur di tahun 2026, penerima KUR adalah pelaku usaha yang memang sudah memiliki omzet dan siap produksi, baik untuk pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Ia memaparkan, untuk kategori usaha mikro, omzet dapat mencapai lebih dari Rp2 miliar per tahun, sementara kategori menengah di Kalteng bisa mencapai hingga Rp50 miliar per tahun.

Rahmawati juga menyebut, rumah produksi skala kecil yang telah ada di berbagai wilayah Kalteng menunjukkan perkembangan positif. Produk-produk lokal kini semakin banyak dipasarkan melalui platform e-commerce.

Selain itu, dukungan promosi dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut memperkuat daya saing produk lokal.

“Dukungan dari Dekranasda, baik Ibu Gubernur sebagai Ketua Dekranasda Provinsi maupun para Ibu Bupati/Wali Kota sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota, sangat membantu dalam mempromosikan hasil inovasi karya anak negeri kita di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

(Redaksi/isuindonesia)

Redaksi Isu Indonesia

Redaksi Isu Indonesia adalah tim editorial di balik IsuIndonesia.id yang berfokus menghadirkan berita nasional, Kalimantan, politik, ekonomi, hukum, dan isu sosial secara cepat, akurat, dan terpercaya. Berbasis di Kalimantan Tengah, Redaksi Isu Indonesia berkomitmen menyajikan informasi berkualitas dengan pendekatan jurnalistik modern dan independen.

Related Articles

Back to top button