Jembatan Kahayan, Ikon Palangka Raya yang Jadi Ruang Wisata Warga

Palangka Raya punya banyak ruang kota yang menarik untuk dikunjungi, tetapi Jembatan Kahayan tetap menjadi salah satu ikon paling mudah dikenali. Jembatan ini bukan hanya jalur transportasi, melainkan juga penanda visual Kota Cantik yang sering menjadi latar foto warga dan wisatawan.
Jembatan Kahayan dibangun pada pertengahan 1990-an dan diresmikan pada 2002 dengan panjang sekitar 640 meter dan lebar 9 meter menurut keterangan Indonesia Travel. Letaknya membentang di atas Sungai Kahayan sehingga menjadi salah satu titik terbaik untuk menikmati pemandangan sore hari di Palangka Raya.
Kombinasi arsitektur jembatan, hamparan sungai, dan suasana kota menjadikan kawasan ini menarik. Saat sore menjelang malam, warga dan wisatawan datang untuk bersantai, melihat lalu lintas perahu, dan menikmati cahaya lampu yang memantul di permukaan air.
Jembatan Kahayan juga dekat dengan Tugu Soekarno, sebuah monumen bersejarah yang menandai rencana pembangunan Palangka Raya pada masa Presiden Soekarno. Dalam satu perjalanan, wisatawan bisa sekaligus menjelajahi kedua ikon ini.
Dengan akses yang mudah dan nilai sejarah yang kuat, Jembatan Kahayan layak dijadikan pintu masuk promosi pariwisata perkotaan di Kalimantan Tengah. Kunjungan ke jembatan ini menawarkan pengalaman sederhana tetapi berkesan.
Baca juga berita wisata dan budaya Kalimantan lainnya di Isu Indonesia.



